Rabu, 15 Mei 2013
KESENIAN DAYAK. Seniman Suku Dayak membawakan drama tari Putri Luing dalam pagelaran kesenian partisipasi Provinsi Kalimantan Barat di Pesta Kesenian Bali ke-34, Taman Budaya Denpasar, Jumat (15/6). Drama tari itu menceritakan Putri Luing menyelamatkan gadis-gadis Dayak yang hendak dijadikan kurban persembahan.
Pekan Budaya Dayak 2013 Digelar di Istora Senayan
Sabtu, 27 April 2013 | 16:19 WIB
Penyelenggaraan pekan budaya memberikan kesempatan sangat baik bagi seluruh warga Indonesia untuk makin memahami, menghargai, menyayangi dan ikut memiliki berbagai segi kebudayaan.
Wakil Presiden Boediono mengatakan itu ketika membuka Pekan Budaya Dayak 2013 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (27/4). Wapres juga berharap kebudayaan asli daerah mengingatkan kembali pada identitas Indonesia.
Menurutnya, acara seperti Pekan Budaya Dayak disambut semua pihak karena melalui kegiatan seperti ini bangsa Indonesia kembali diingatkan akan keragaman budaya bangsa yang luar biasa. Dengan demikian, makin dapat memahami diri sendiri, menghayati jati diri, dan identitas sebagai bangsa di tengah-tengah hiruk pikuk globalisasi yang kadang membingungkan.
"Memahami diri sendiri, memahami, menghargai dan kemudian menyayangi pernik-pernik mutu manikam yang membentuk untaian zamrud Khatulistiwa sangat perlu apabila kita ingin menjadi bangsa yang besar, bangsa yang jaya, bangsa yang dapat survive dalam arus perubahan dunia yang deras ini," kata Wapres Boediono saat membuka Pekan Budaya Dayak 2013.
Pekan Budaya Dayak 2013 sekaligus untuk memperkenalkan budaya Dayak ke dunia internasional. Yang lebih kongkret lagi, untuk menarik minat para pelaku ekonomi dalam maupun dari luar negeri agar berpartisipasi dalam pembangunan Kalimantan. Wapres berharap forum budaya seperti ini dapat mempertemukan unsur-unsur produktif guna mencari peluang baru untuk bekerja sama membangun Kalimantan.
Rabu, 06 Maret 2013
Satu ciri khas kabupaten Kapuas yang mampu menjadi ikon provinsi
Kalimantan Tengah adalah kerajinan Getah Nyatu. Kerajinan tangan ini
hanya ada di kota Kuala Kapuas dan hanya di produksi di Dahirang Kuala
Kapuas.
Kerajinan Getah Nyatu merupakan seni kerajinan tangan yang dibuat
secara manual oleh orang-orang tertentu yang keahlian mereka ini
diperolah secara turun-temurun.
Salah seorang yang setia menggeluti usaha tradisional ini adalah
keluarga Bapak Tenga K Japar yang membuka toko souvenir “ANTIK” di
kelurahan Dahirang, Kapuas Seberang.
Disamping memproduksi beraneka kerajinan getah nyatu, toko souvenir
Antik juga memasarkan berbagai macam anyaman rotan, senjata perang suku
Dayak “Mandau, Sumpit, Tombak, Lunju dan Talawang” dan beraneka
kerajinan dari bahan dasar batu-batuan.
Lokasi Kerajinan Getah Nyatu ini sangat mudah dicapai karena berada
tidak jauh dari jalan raya Trans Kalimantan yang menghubungkan
Banjarmasin dengan kota Palangka Raya.
Kuliner Khas Dayak Ngaju Kuala Kapuas (1)
REP | 10 January 2012 | 08:37
HUTAN KALAKAI
Kelakai merupakan tumbuhan sayuran hutan sejenis
paku-pakuan yang tumbuh liar di wilayah lahan bergambut yang banyak
dijumpai di Kabupaten Kapuas pada khususnya dan Kalimantan Tengah pada
umumnya. Juhu kelakai merupakan sayur olahan khas masyarakat Dayak pada umumnya, dan sangat terutama olahan sayur kelakai merah yang diberikan untuk konsumsi ibu hamil dan seusai melahirkan. Hal ini diyakini mampu memberikan manfaat besar bagi wanita dan kebiasaan ini dikenal sebagai peninggalan kolonialis Belanda.
Kelakai dapat dimasak menjadi beragam jenis masakan, seperti juhu/sayur kelakai (sejenis sayur berkuah bisa dengan santan ataupun tidak), tumis kelakai ataupun sop kelakai.
Sabtu, 12 Januari 2013
BETANG SEI PASAH
Upaya Pemerintah Kabupaten Kapuas dan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menjadikan Kapuas Seberang
khususnya Kelurahan Hampatung, Dahirang, Barimba dan Sei Pasah sebagai
Desa Wisata kian menunjukkan geliatnya. Saat ini proyek Dinas Kebudayaan
dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah berupa pembangunan Betang Sei
Pasah sudah mendekati tahap akhir pembangunan. Direncanakan dalam tahun
2013 seluruh tahapan pembangunan betang dipastikan rampung.
Sebagai mana diketahui, Kapuas Seberang
telah memiliki daya tarik wisata yang cukup komplit diantaranya Pusat
Kerajinan Getah Nyatu, Kerajinan Rotan / Purun, Sandung Sei Pasah,
rumah-rumah tua dan restoran pondok ikan Eka Sari. Disini juga telah
berdiri Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang giat menggalakkan upaya
pemberdayaan masyarakat dibidang kepariwisataan melalui kebudayaan dan
PNPM Pariwisata.
BUDAYA
UPACARA NGABEN DI BASARANG
Pada hari Jum’at tanggal 6 Juli 2012 dilaksanakan ritual kematian Agama Hindu Dharma “Ngaben” di Basarang, Kabupaten Kapuas. Umat Hindu kota Kuala Kapuas, Palangka Raya dan pengunjung berbaur memadati Balai Banjar Merta Sari dan jalanan lintas Kalimantan Km 12 Kapuas – Palangka Raya, tepatnya desa Batu Nindan. Pada saat terjadi puncak upacara maka saat itu juga terjadi kemacetan di jalan raya.
Pada Ngaben tahun ini ummat Hindu Kuala Kapuas mengupacarakan 34 sawe atau tulang dan 59 ngelungah atau tulang bayi yang meninggal dibawah umur 3 tahun, yang akan dibakar atau ngaben. Dalam kepercayaan Hindu Dharma kegiatan ngaben ini sesuatu ritual wajib untuk kesempurnaan perikehidupan umatnya.
Ngaben tahun ini dihadiri oleh Bupati Kapuas Ir. H Muhammad Mawardi, Sekretaris Daerah Drs. H Nurul Edy, Msi, Asisten Sekda Drs. Johansyah MDA, PHDI Provinsi Kalimantan Tengah dan beberapa pejabat, tokoh-tokoh masyarakat dan pengunjung lainnya.
Upacara ngaben di Basarang ini tidak ayal membutuhkan biaya cukup besar sehingga peristiwa semacam ini tergolong unik, langka dan sangat menarik untuk disaksikan. Semoga saja kegiatan Ngaben di Kabupaten Kapuas bisa dikelola sebaik mungkin sehingga dapat menjadi daya tarik wisata bagi daerah ini.
Rabu, 28 November 2012
PENGETAHUAN UMUM
7 Rumah Paling Unik di Dunia
1. Kettle House

Kettle House di Texas, Amerika Serikat tidak hanya terlihat seperti ceret, tapi juga dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Bentuk rumah ini sunguh mirip seperti ceret minuman namun hanya bentuknya aja seperti itu sesunguhnya rumah ini dapat ditempati seperti layaknya rumah, letak rumah ini berada di Texas, Amerika Serika
2. Stone House

Rumah batu ini asli di Portuga terbuat dari batu alami yang sengaja di buat untuk menjadi rumah sangat unik bukan bentuknya tapi percayalah rumah ini benar benar ada penghuninya
3. Crooked House

Kalau kamu lihat bentuk bangunan rumah ini pasti sangat aneh bentuknya yang tampak melengkung membuat rumah ini menjadi rumah paling tak biasa di dunia.
4. Cubic House
Rumah Kubik di Rotterdam, Belanda adalah kumpulan rumah yang bersama membentuk geometri kubus. Faktor menarik di sini adalah bagaimana rumah ini dijaga agar tidak jatuh.
5. Dome House

Dome House di Florida, Amerika Serikat, adalah pemandangan rumah putih yang indah dengan arsitektur kubah yang unik.
6. Cob House
Cob House di Vancouver, Kanada rumah ini murni terbuat dari tanah liat, pasir, sedotan dan air. sangat unik sekali bukan ada orang yang mau tingal di rumah seperti ini.
7. Shoe House

. Rumah Sepatu di Pennsylvania, Amerika Serikat rumah ini sangat mirip sekali dengan sepatu entah apa yang ada di dalam pemilik rumah ini senhinga membuat rumah dengan bentuk sepatu.
PENGETAHUAN UMUM
7 Konsep Taman Bunga Paling Indah di Dunia
1. Suzhou, China

Taman Bunga Suzhou Cina suda ada dari abad ke 11 taman bunga ini memiliki cirikhas oriental khas china Taman yang terkenal adalah Lingering Garden yang di penuhi bunga bunga bonsai dan batuan yang indah.
2. The United States Botanic Garden, Washington, D.C.

Ini merupakan salah satu taman bunga yang terletak di ameriak serikat hampir 1 juta pengunjung perhari yang datang ke taman ini ke unikan taman ini ada lah situasi taman yang serasa di hutan bunga dan di padang bunga.
3. The Skagit Valley, Washington State

Taman bunga ini masuk dalam daftar 100o tempat yang harus anda kunjungi sebelum meningal. Ditaman ini banyak sekali bunga tulip yang indah daffodils, dan bunga lainya .
4. The Dallas Arboretum

Usia taman ini masih sangat muda baru 30 tahun taman buanga ini terbentuk Tempat yang paling bagus adalah di Jonsson Color Garden dimana tulip daffodils, semuanya menanti anda disana.
5. The Missouri Botanical Garden, St. Louis

Taman bunga yang luasnya hampir 75 hektar ini baru di temukan pada tahun 1859 taman bunga ini bernuansa jepang yang sngat indah warna warni bunga yang sunguh indah memikat wisatawan datang untuk mengunjungi taman bunga ini.
6. Grant Park, Chicago

Kamu gak perlu bayak jika ingin pergi ketaman bunga ini enak kan gartis. Letak taman ini berada di tengah kota dan berada di samping danau Michigan sehinga menjadikan taman bunga ini sangat indah di lihat.
7. The Huntington Botanical Gardens, San Marino, Calif.

Taman bunga ini memiliki 14000 jenis tanaman seperti bunga lily, dan mawar. Juga tidak ketinggalan bunga-bunga dari negara subtropis dan Australia.
PENGETAHUAN UMUM
Bersepeda Mengitari ‘Kota Air’ Kapuas
Tugu Kapuas
Sinar mentari pagi mulai terasa hangat.
Kicau burung di pekarangan kantor Manggala Agni Kapuas sahut-menyahut
menyambut pagi. Kehidupan di Kota Air Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas
Propinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai bergeliat.
Saya mengambil sepeda untuk bersiap
mengitari Kota Kuala Kapuas, Ibu Kota Kabupaten Kapuas. Kota yang
mendapat penghargaan Adipura dua tahun berturut-turut tahun 2011 dan
tahun 2012 ini, memiliki daratan yang datar sehingga nyaman untuk
berkeliling memakai sepeda. Bersepeda mengitasri Kuala Kapuas juga
terasa lebih enjoy karena jumlah kendaraan bermotor tidak sepadat di
Jawa. Tak heran bila sebagian warga Kapuas khususnya anak sekolah lebih
memilih naik sepeda untuk menuju berbagai tempat. Inilah mungkin yang
menjadi salah satu alasan mengapa Kapuas meraih adipura karena udaranya
yang segar minim polusi.
Gowes sepeda sudah menjadi pemandangan khas Kota Kuala Kapuas (dok. pribadi April 2012)
Saya memutuskan menggowes sepeda ke arah
Pelahuhan KP3. Pelabuhan ini menjadi salah satu tempat favorit warga
Kapuas untuk nongkrong sambil menikmati Sungai Kapuas dan aktifitas
kapal barang yang sedang muat dan bongkar muatannya. Pelabuhan KP3
dulunya sangat sibuk karena menjadi pelabuhan utama yang menghubungkanK
ota Kuala Kapuas dengan kecamatan di kota lain di Kalteng bahkan sampai
ke Propinsi Kalsel. Kini, seiring berkembangnya pembangunan jalan di
darat, pelabuhan ini tidak seramai dulu. Namun KP3 tetap saja banyak
dikunjungi warga, apalagi pemerintah daerah sudah membangun taman di
sekitar Pelabuhan sehingga menjadi ruang publik yang nyaman bagi warga.
Suasana Pelabuha KP3 di Pagi Hari (dok. pribadi April 2012)
Kapal pengangukut barang di Pelabuhan KP3 Kuala Kapuas (dok. pribadi Juni 2012)
Tidak jauh dari Pelabuhan KP3 terdapat
pasar Kuala Kapuas yang bergabung dengan Pelabuhan Penyebrangan orang
dan Angkutan Kapal Penumpang. Menurut warga, dulunya di sekitar
pelabuhan penumpang, di tengah sungai Kapuas, ada pasar terapung seperti
di Banjarmasin. Sayangnya saat ini aktifitas pasar terapung sudah tidak
dapat ditemui lagi.
Pasar Kuala Kapuas (Dok. pribadi April 2012)
Pelabuhan Penyebrangan di dekat Pasar Kuala Kapuas (dok. pribadi Mei 2012)
Di dekat Pelabuhan KP3, terdapat
Guesthouse Kota Air yang berada ‘diatas’ Sungai Kapuas yang dikelola
oleh Pemerintah Kabupaten Kapuas. Tepat di depan Guesthouse terdapat
Rumah Dinas bupati Kapuas. Di Belakang Guesthouse, terapung sebuah Kapal
cukup besar terbuat dari kayu yang dinamakan Kafe Terapung. Di tempat
ini banyak wisawatan bersantai menikmati music, hidangan dan pemadangang
sungai Kapuas.
Cafe Terapung dan Guesthouse Kota Air (dok. pribadi April 2012)
Suasana bersepeda yang kental saya
temukan dengan mudah di Jalanan Kapuas yang terlihat sangat bersih.
Sekolah penuh dengan sepeda yang diparkir. Pasar juga banyak menyediakan
tempat parkir sepeda. Tak ketinggalan juga para pekerja yang berangkat
ke tempat kerjanya memakai sepeda. Sehat dan ikut membantu menjaga
kualitas udara Kota yang dipimpin oleh M. Mawardi ini.
Suasana bersepeda warga Kuala Kapuas dan tempat parkir yang memadai (dok. pribadi Juni 2012)
Di Kota Kapuas banyak juga ditemukan
Taman Kota tempat warga bersantai menikmati ruang public yang nyaman. Di
dekat stadion, terdapat taman kota yang sejuk karena banyak pohon
sengon menaungi para pengunjung.
Taman kota yang asri di pelabuhan KP3 (dok. pribadi April 2012)
Selesai mengabadikan beberapa obyek
menarik di Kota Kapuas, saya memutuskan untuk mengisi perut yang sudah
keroncongan. Lontong sayur ala Kapuas menjadi menu pagi ini. Dua buah
Lontong berbentuk segitiga sama kaki bercampur kuah santan dan rending
ayam saya santap dengan lahap.
“Malu, Pak.”
Mendadak Ibu penjual gorengan lari masuk ke dalam rumahnya. Dia malu difoto dirinya.
“Kenapa lari, Bu? Saya Cuma mau ambil foto buat kenang-kenangan.
“Iya, Pak, malu karena sedikit orang,” jawab Ibu dengan logat Banjar yang kental.
Akhirnya saya membawa sepuluh buah gorengan untuk teman mengetik dan berbagi dengan teman.
Segar rasanya bisa berkeliling di Kota Air yang segar udaranya dan bersih jalanannya.
Menu sarapan pagi khas Kuala Kapuas, Lontong Ayam (dok. pribadi April 2012)
Aneka ragam jajanan pagi di Kuala Kapuas (dok. pribadi Juni 2012)
Sebagai informasi, kota Kuala Kapuas
bisa dijangkau melalui darat dari Kota Palangkaraya sekitar 2.5 jam
perjalanan. Kota ini juga bisa diakses dari Kota Banjarmasin melalui
jalan darat sekitar 1.5 jam perjalanan. Di kota ini juga menyediakan
penginapan bagi orang-orang yang ingin bermalam atau ingin transit
sebelum menuju kota lain. Tarif penginapan mulai dari Rp. 25.000 sampai
Rp. 660.000,-. Lokasi penginapan sederhana dan hotel banyak terdapat di
dekat pelabuhan.
Selamat menikmati kesegaran dan kebersihan Kota Air Kuala Kapuas.
Jumat, 23 November 2012
BUDAYA NUSANTARA
Batik Indonesia
Kita sebagai bangsa Indonesia dapat berterima kasih kepada pihak Malaysia yang sudah mempromosikan Batik sebagai bagian dari kebudayaan mereka. Karena:
1. Sebelum-sebelumnya kita tidak terlalu menghargai warisan budaya yang sangat indah ini. Sebelum-sebelumnya kita tidak mengajukan Batik kepada UNESCO untuk diakui dunia.
2. Sebelumnya batik hanya diidentikkan dengan pakaian orang tua atau pakaian resmi jika menghadiri acara undangan pernikahan.
3. Sebelum-sebelumnya anak muda enggan pakai batik, namun sekarang para selebritis pun terlihat keren memakai batik yang dimodernisasikan.
4. Sebelum-sebelumnya tidak ada hari Jumat para eksekutif di kawasan bisnis Jakarta menggunakan batik untuk ke kantor.
Kita patut berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Malaysia baik itu pemerintah dan seluruh pihak swastanya.
Sudah bertambahkah kecintaan kita akan batik Indonesia? Sudah bertambahkah pengetahuan kita mengenai batik Indonesia?
Postingan Cerita dan Warta kali ini akan membahas mengenai beragam corak batik dari Sabang sampai Merauke. Semoga bisa menjadi tambahan pengetahuan teman-teman semua!
Motif batik Aceh rata-rata menampilkan unsur alam dan budaya dalam paduan warna-warna berani seperti merah, hijau, kuning, merah muda, dan sebagainya. Warna-warna berani pada batik Aceh inilah yang menjadi ciri khas batik Aceh.
Motif-motif pada batik Aceh umumnya melambangkan falsafah hidup masyarakatnya. Motif Pintu Aceh misalnya, menunjukkan ukuran tinggi pintu yang rendah. Kenyataannya, rumah adat Aceh memang berpintu rendah, namun di dalamnya memiliki ruangan yang lapang. Motif tolak angin menjadi perlambang banyaknya ventilasi udara di setiap rumah adat. Motif tersebut mengandung arti bahwa masyarakat Aceh cenderung mudah menerima perbedaan.
Selain motif-motif tersebut juga terdapat beragam motif dan corak khas Aceh yang indah dari batik Aceh, antara lain Pintu Aceh, Bungong Jeumpa, Awan Meucanek, Pucok Reubong, dan lain-lain.
Berbeda dengan batik Jawa yang menggunakan potongan-potongan kain panjang, batik Jambi biasanya datang dalam bentuk jubah longgar, sarung, atau sebagai selendang/syal. Warna khas yang biasa dijumpai pada batik Jambi adalah merah, biru, hitam, dan kuning. Motifnya pada umumnya diambil dari alam, seperti tumbuhan, hewan, dan aktivitas sehari-hari warga Jambi. Motif batik Jambi yang terkenal antara lain adalah motif kapal sanggat, burung kuau, durian pecah, merak ngeram, dan tampok manggis.
Berikut ini adalah motif-motif Batik Jambi yang beraneka ragam. Lebih tertarik yangmanakah Anda?
Motif batik khas Bengkulu, konon, merupakan sebuah adopsi campuran dari motif kaligrafi Jambi dengan Cirebon. Adopsi itu membentuk sebuah desain batik khas Bengkulu. Batik khas Bengkulu secara umum terdiri dari dua jenis. Pertama adalah batik Besurek dengan motif khasnya berupa tulisan kaligrafi. Dan kedua adalah batik Pei Ka Ga Nga atau disebut juga dengan batik Ka Ga Nga yang memiliki motif berupa tulisan asli masyarakat Rejang Lebong. Beberapa motif dasar dari batik Besurek antara lain: motif kaligrafi (diambil dari huruf-huruf kaligrafi. Untuk batik Besurek modern, biasanya kaligrafinya tidak bermakna); motif bunga rafflesia; motif burung kuau (bergambar burung yang terbuat dari rangkaian huruf-huruf kaligrafi); motif relung paku; dan motif rembulan.
Berikut ini beberapa motif batik Besurek:
Di Riau, konon ada batik Selerang yang sempat begitu terkenal pada tahun 1990-an namun sayangnya kabarnya saat ini sudah menghilang. Selain itu, ada pula yang namanya batik Tabir. Batik Tabir yang dibuat berdasarkan sistem tulis dan tolek ini warna-warnanya terang dan cerah, seperti merah, kuning, hijau. Corak dan motifnya antara lain adalah bunga bintang, sosou, cempaka, dan kenduduk.
Ini adalah beberapa motif dari batik Tabir Riau:
Di Padang, batiknya yang terkenal bernama batik tanah liek/tanah liat. Dinamakan demikian karena dalam proses pewarnaannya, batik ini dicelupkan ke dalam tanah liat. Namun, seiring dengan permintaan pasar, batik tanah liek ini tidak hanya berwarna cokelat saja. Batik ini pada akhirnya juga diwarnai menggunakan sumber-sumber pewarna alam lainnya. Sebut saja seperti kulit jengkol, kulit rambutan, gambir, kulit mahoni, dan lain-lain. Bahannya pun ada yang terbuat dari katun ataupun sutera. Motifnya juga bermacam-macam antara lain tumbuhan merambat atau akar berdaun, keluk daun pakis, pucuk rebung, dan lain-lain.
Ini dia beberapa motif dari batik Tanah Liek:

Mungkin lebih banyak orang mengenal Lampung dari kain tenun tapis-nya. Tapi jangan salah, Lampung juga memiliki batik dengan corak tersendiri. Batik ini lahir melalui proses panjang yang dilakukan oleh Andriand Damiri Sangadjie, seorang budayawan, bersama kawan-kawannya. Motif batik Lampung yang paling terkenal dan sering menjadi rebutan kolektor asing adalah motif perahu dan “pohon kehidupan”.
Ini adalah beberapa contoh motif dari batik Lampung:
Mungkin hanya sedikit yang tahu bahwa daerah Jawa Barat memiliki motif batik yang sungguh kaya. Ketua Yayasan Batik Jawa Barat baru-baru ini mengatakan bahwa Jawa Barat memiliki 200 motif batik yang model dan coraknya sesuai dengan daerah asalnya. Masing-masing daerah tersebut memiliki motif unik tersendiri, seperti di Bogor terdapat motif kota hujan, bunga bangkai, dan kujang kijang yang menggambarkan Bogor sebagai kota hujan. Dikatakan pula bahwa daerah Cirebon memiliki corak batik yang paling banyak.
Berikut ini adalah beberapa motif batik dari daerah Jawa Barat:
Beberapa motif dari batik Semarang:
Beberapa motif dari batik Solo:
Motif Batik Pekalongan sedikit banyak dipengaruhi pembauran masyarakat Pekalongan, Jawa Tengah, dengan berbagai bangsa seperti Cina, Belanda, Arab, India, Melayu, dan Jepang pada masa lalu. Beberapa jenis motif batik pengaruh berbagai negara itu kemudian dikenal sebagai identitasbatik Pekalongan. Motif itu adalah batik Jlamprang diilhami India dan Arab, batik Encim dan Klangenan dipengaruhi peranakan Cina, batik Belanda, batik Pagi Sore, dan batik Hokokai yang tumbuh pesat sejak pendudukan Jepang. Warna cerah dan motif beragam membuat batik Pekalongan maju pesat. Berbeda dengan batik Solo dan Yogyakarta, batik Pekalongan terlihat lebih dinamis lantaran permainan motif yang lebih bebas. Media kainnya pun bermacam-macam. Tidak hanya katun dan kaos, sutera juga menjadi andalan batik Pekalongan saat bersaing di luar negeri. Motif Jlamprang, Sekarjagat, atau motif khas lainnya, menjadi berkelas ketika dituangkan dalam bahan baku sutera.
Beberapa motif batik Pekalongan:


Berikut ini beberapa motif dari batik Tegal atau Tegalan:

Beberapa motif dari batik Yogyakarta:
Perkembangan batik di Jawa Timur sebenarnya agak lambat dibandingkan dengan batik Jawa Tengah. Salah satu penyebabnya mungkin karena batik di Jawa Tengah dan Yogyakarta memiliki patron dari kalangan keraton sehingga selalu ada inovasi. Padahal, batik di Jawa Timur juga memiliki motif yang tidak kalah uniknya dibandingkan dengan daerah lain.
Batik Jawa Timur mempunyai motif yang lebih bebas, tanpa terikat pakem-pakem motif yang ada sebelumnya. Ragam hias batik Jawa Timur bersifat naturalis dan dipengaruhi berbagai kebudayaan asing. Warna-warna yang dipakai batik Jawa Timur tampak lebih cerah. Batik Jawa Timur sebenarnya tersebar merata di seluruh wilayah Jatim. Hanya saja ada lima wilayah di mana perajin batik lebih banyak ditemukan, yakni di Madura, Tuban, Sidoarjo, Tulungagung, dan Banyuwangi.
Berikut ini adalah beberapa motif batik dari daerah Jawa Timur:
Ternyata, Pulau Madura tak hanya tersohor dengan karapan sapi dan garamnya. Wilayah yang termasuk Provinsi Jawa Timur ini juga terkenal sebagai penghasil batik. Bahkan, produk batiknya memiliki ragam warna dan motif yang tidak kalah dengan produksi daerah lain. Maklum, batik Madura menggunakan pewarna alami sehingga warnanya cukup mencolok. Selain warna yang mencolok, seperti kuning, merah atau hijau, batik Madura juga memiliki perbendaharaan motif yang beragam. Misalnya, pucuk tombak, belah ketupat, dan rajut. Bahkan, ada sejumlah motif mengangkat aneka flora dan fauna yang ada dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Madura.



Dalam buku Batik Fabled Cloth of Java karangan Inger McCabe Elliot tertulis, sebenarnya batik Tuban mirip dengan batik Cirebon pada pertengahan abad ke-19. Kemiripan ini terjadi pada penggunaan benang pintal dan penggunaan warna merah dan biru pada proses pencelupan. Namun, ketika Kota Cirebon mengalami perubahan dramatis dan diikuti dengan perubahan pada batiknya, batik Tuban tetap seperti semula.

Semua nama motif dari batik asli Bumi blambangan ini ternyata banyak dipengaruhi oleh kondisi alam. Misalnya, Batik Gajah Oling yang cukup dikenal itu, motifnya berupa hewan seperti belut yang ukurannya cukup besar. Motif Sembruk Cacing juga motifnya seperti cacing dan motif Gedegan juga kayak gedeg (anyaman bambu). Motif-motif batik yang ada ini merupakan cerminan kekayaan alam yang ada di Banyuwangi. Motif batik seperti di Banyuwangi ini tidak akan ditemui di daerah lain dan merupakan khas Banyuwangi.

Desain batik itu Mojokerto mengambil corak alam sekitar kehidupan manusia. Misalnya motif pring sedapur merupakan gambar rumpun bambu dengan daun-daun menjuntai. Ada burung merak bertengger. Warna dasarnya putih dengan batang bambu warna biru. Sedangkan daunnya warna biru dan hitam. Demikian pula motif gedeg rubuh, coraknya mirip seperti anyaman bambu yang miring. Kalau mrico bolong, motifnya berupa bulatan merica berlubang.


Batik Tulungagung, Jawa Timur yang juga dikenal dengan Barong Gung, kini mulai dilirik pengusaha timur tengah. Adalah pengusaha asal Arab Saudi Talal Omar Al Yafee yang berniat memasarkan Barong Gung ke tanah kelahirannya.



Batik di Papua selama ini yang paling terkenal adalah batik motif Asmat. Warnanya lebih cokelat dengan kolaborasi warna tanah dan terakota. Soal pemilihan motif batik Papua banyak menggunakan simbol-simbol keramat dan ukiran khas Papua. Cecak atau buaya adalah salah satunya,selain tentu lingkaran-lingkaran besar.Bahannya macam-macam disesuaikan dengan permintaan pasar.

Di Bali, industri kerajinan batik dimulai sekitar dekade 1970-an. Industri tersebut dipelopori antara lain oleh Pande Ketut Krisna dari Banjar Tegeha, Desa Batubulan, Sukawati – Gianyar, dengan teknik tenun-cap menggunakan alat tenun manual yang dikenal dengan sebutan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Kerapnya orang Bali mengenakan batik untuk berupacara –sebagai bahan kain maupunudeng (ikat kepala), mendorong industri batik di pulau ini terus berkembang dang maju. Kini di Bali telah tumbuh puluhan industri Batik yang menampilkan corak-corak khas Bali, juga corak-corak perpaduan Bali dengan luar Bali seperti Bali-Papua, Bali-Pekalongan, dan lain-lain.
Kita sebagai bangsa Indonesia dapat berterima kasih kepada pihak Malaysia yang sudah mempromosikan Batik sebagai bagian dari kebudayaan mereka. Karena:
1. Sebelum-sebelumnya kita tidak terlalu menghargai warisan budaya yang sangat indah ini. Sebelum-sebelumnya kita tidak mengajukan Batik kepada UNESCO untuk diakui dunia.
2. Sebelumnya batik hanya diidentikkan dengan pakaian orang tua atau pakaian resmi jika menghadiri acara undangan pernikahan.
3. Sebelum-sebelumnya anak muda enggan pakai batik, namun sekarang para selebritis pun terlihat keren memakai batik yang dimodernisasikan.
4. Sebelum-sebelumnya tidak ada hari Jumat para eksekutif di kawasan bisnis Jakarta menggunakan batik untuk ke kantor.
Kita patut berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Malaysia baik itu pemerintah dan seluruh pihak swastanya.
Sudah bertambahkah kecintaan kita akan batik Indonesia? Sudah bertambahkah pengetahuan kita mengenai batik Indonesia?
Postingan Cerita dan Warta kali ini akan membahas mengenai beragam corak batik dari Sabang sampai Merauke. Semoga bisa menjadi tambahan pengetahuan teman-teman semua!
Batik Sumatera
Batik Aceh
![]() |
| Pengrajin Batik Aceh |
Motif batik Aceh rata-rata menampilkan unsur alam dan budaya dalam paduan warna-warna berani seperti merah, hijau, kuning, merah muda, dan sebagainya. Warna-warna berani pada batik Aceh inilah yang menjadi ciri khas batik Aceh.
Motif-motif pada batik Aceh umumnya melambangkan falsafah hidup masyarakatnya. Motif Pintu Aceh misalnya, menunjukkan ukuran tinggi pintu yang rendah. Kenyataannya, rumah adat Aceh memang berpintu rendah, namun di dalamnya memiliki ruangan yang lapang. Motif tolak angin menjadi perlambang banyaknya ventilasi udara di setiap rumah adat. Motif tersebut mengandung arti bahwa masyarakat Aceh cenderung mudah menerima perbedaan.
Selain motif-motif tersebut juga terdapat beragam motif dan corak khas Aceh yang indah dari batik Aceh, antara lain Pintu Aceh, Bungong Jeumpa, Awan Meucanek, Pucok Reubong, dan lain-lain.
Batik Jambi
Berbeda dengan batik Jawa yang menggunakan potongan-potongan kain panjang, batik Jambi biasanya datang dalam bentuk jubah longgar, sarung, atau sebagai selendang/syal. Warna khas yang biasa dijumpai pada batik Jambi adalah merah, biru, hitam, dan kuning. Motifnya pada umumnya diambil dari alam, seperti tumbuhan, hewan, dan aktivitas sehari-hari warga Jambi. Motif batik Jambi yang terkenal antara lain adalah motif kapal sanggat, burung kuau, durian pecah, merak ngeram, dan tampok manggis.
Berikut ini adalah motif-motif Batik Jambi yang beraneka ragam. Lebih tertarik yangmanakah Anda?
Batik Bengkulu
Motif batik khas Bengkulu, konon, merupakan sebuah adopsi campuran dari motif kaligrafi Jambi dengan Cirebon. Adopsi itu membentuk sebuah desain batik khas Bengkulu. Batik khas Bengkulu secara umum terdiri dari dua jenis. Pertama adalah batik Besurek dengan motif khasnya berupa tulisan kaligrafi. Dan kedua adalah batik Pei Ka Ga Nga atau disebut juga dengan batik Ka Ga Nga yang memiliki motif berupa tulisan asli masyarakat Rejang Lebong. Beberapa motif dasar dari batik Besurek antara lain: motif kaligrafi (diambil dari huruf-huruf kaligrafi. Untuk batik Besurek modern, biasanya kaligrafinya tidak bermakna); motif bunga rafflesia; motif burung kuau (bergambar burung yang terbuat dari rangkaian huruf-huruf kaligrafi); motif relung paku; dan motif rembulan.
Berikut ini beberapa motif batik Besurek:
Batik Riau
Di Riau, konon ada batik Selerang yang sempat begitu terkenal pada tahun 1990-an namun sayangnya kabarnya saat ini sudah menghilang. Selain itu, ada pula yang namanya batik Tabir. Batik Tabir yang dibuat berdasarkan sistem tulis dan tolek ini warna-warnanya terang dan cerah, seperti merah, kuning, hijau. Corak dan motifnya antara lain adalah bunga bintang, sosou, cempaka, dan kenduduk.
Ini adalah beberapa motif dari batik Tabir Riau:
Batik Padang
Di Padang, batiknya yang terkenal bernama batik tanah liek/tanah liat. Dinamakan demikian karena dalam proses pewarnaannya, batik ini dicelupkan ke dalam tanah liat. Namun, seiring dengan permintaan pasar, batik tanah liek ini tidak hanya berwarna cokelat saja. Batik ini pada akhirnya juga diwarnai menggunakan sumber-sumber pewarna alam lainnya. Sebut saja seperti kulit jengkol, kulit rambutan, gambir, kulit mahoni, dan lain-lain. Bahannya pun ada yang terbuat dari katun ataupun sutera. Motifnya juga bermacam-macam antara lain tumbuhan merambat atau akar berdaun, keluk daun pakis, pucuk rebung, dan lain-lain.
Ini dia beberapa motif dari batik Tanah Liek:
Batik Lampung
Mungkin lebih banyak orang mengenal Lampung dari kain tenun tapis-nya. Tapi jangan salah, Lampung juga memiliki batik dengan corak tersendiri. Batik ini lahir melalui proses panjang yang dilakukan oleh Andriand Damiri Sangadjie, seorang budayawan, bersama kawan-kawannya. Motif batik Lampung yang paling terkenal dan sering menjadi rebutan kolektor asing adalah motif perahu dan “pohon kehidupan”.
Ini adalah beberapa contoh motif dari batik Lampung:
Batik Jawa
Batik Jawa Barat
Mungkin hanya sedikit yang tahu bahwa daerah Jawa Barat memiliki motif batik yang sungguh kaya. Ketua Yayasan Batik Jawa Barat baru-baru ini mengatakan bahwa Jawa Barat memiliki 200 motif batik yang model dan coraknya sesuai dengan daerah asalnya. Masing-masing daerah tersebut memiliki motif unik tersendiri, seperti di Bogor terdapat motif kota hujan, bunga bangkai, dan kujang kijang yang menggambarkan Bogor sebagai kota hujan. Dikatakan pula bahwa daerah Cirebon memiliki corak batik yang paling banyak.
Berikut ini adalah beberapa motif batik dari daerah Jawa Barat:
Batik Indramayu
Batik Bogor
Batik Cirebon
Batik Garut
Batik Jawa Tengah
Ini adalah beberapa motif batik dari daerah Jawa Tengah:Batik Semarang
Diproduksi para pengrajin di Kampung Batik, Kelurahan Bubakan, Kecamatan Mijen, Semarang, batik Semarang juga menawarkan beragam motif yang khas dibanding motif-motif batik dari daerah Jawa Tengah lainnya. Pada umumnya batik Semarang berwarna dasar oranye kemerahan karena mendapat pengaruh dari China dan Eropa. Selain itu, motif dasar batik Semarang banyak dipengaruhi budaya China yang pada umumnya banyak menampilkan motif fauna yang lebih menonjol daripada flora. Misalnya merak, kupu-kupu, jago, cendrawasih, burung phoenix, dan sebagainya. Adapun motif Semarang yang menonjolkan ikon kota Semarang seperti Tugu Muda, Lawang Sewu, Burung Kuntul, Wisma Perdamaian, dan Gereja Blenduk.Beberapa motif dari batik Semarang:
Batik Solo
Kota Solo memang merupakan salah satu tempat wisata belanja kain batik terkenal di Indonesia. Di sini banyak sekali terdapat sentra kain batik, yang tersohor antara lain kawasan Kampung Batik Laweyan dan kawasan Kampung Wisata Batik Kauman. Batik Solo terkenal dengan corak dan pola tradisionalnya batik dalam proses cap maupun dalam batik tulisnya. Bahan-bahan yang dipergunakan untuk pewarnaan masih tetap banyak memakai bahan-bahan dalam negeri seperti soga Jawa yang sudah terkenal sejak dari dahulu. Polanya yang terkenal antara lain “Sidomukti” dan “Sidoluruh”.Batik Solo memiliki warna dominan cokelat soga kekuningan.Beberapa motif dari batik Solo:
![]() |
| Motif Sidomukti – Agar selalu mukti, berkecukupan, motif ini biasanya digunakan saat upacara Panggih Pengantin |
Batik Pekalongan
Beberapa motif batik Pekalongan:
Batik Pekalongan motif Jlamprang
Batik Rembang
Batik yang sangat terkenal di Rembang adalah batik Lasem. Batik Lasem ini pasarannya pun sudah menembus pasar mancanegara. Berikut ini adalah motif-motif dari batik Lasem:Batik Tegal
Batik Tegalan didominasi warna coklat dan biru. Ciri khas lain batik Tegalan adalah berwarna-warni. Batik tulis Tegal atau Tegalan itu dapat dikenali dari corak gambar atau motif rengrengan besar atau melebar. Motif ini tak dimiliki daerah lain sehingga tampak eksklusif. Motifnya banyak mangadaptasi dari aneka flora dan fauna disekitar kehidupan masyarakat di kota Tegal. Motif Grudo (Garuda) dengan warna terang yang mempertontonkan bentuk-bentuk sayap burung garuda dan motif Gribigan dengan bentuk khas anyaman bambu dalam warna agak gelap. Budaya berpakaian batik di Tegal dibawa Raja Amangkurat I (Sunan Amangkurat Mas) dari Keraton Kasunanan Surakarta. Amangkurat yang saat itu menyusuri pantai utara membawa pengikutnya yang di antaranya perajin batik.Berikut ini beberapa motif dari batik Tegal atau Tegalan:
Batik Yogyakarta
Di Yogyakarta khususnya, warna batik tradisional adalah biru-hitam, serta soga cokelat dan putih dari pewarna alam. Biru-hitam diambil dari daun tanaman indigofera yang disebut juga nila atau tom yang difermentasi. Sementara warna soga atau cokelat diambil dari campuran kulit pohon tinggi warna merah, kulit pohon jambal warna merah cokelat, dan kayu tegeran warna kuning. Karakter motif batik Yogya adalah tegas, formal, sedikit kaku, dan patuh pada pakem. Konon, karakter ini berhubungan dengan keraton Yogya yang anti-kolonial.Beberapa motif dari batik Yogyakarta:
![]() |
| Batik Jogja motif Ambarsari |
Batik Jawa Timur
Batik Jawa Timur mempunyai motif yang lebih bebas, tanpa terikat pakem-pakem motif yang ada sebelumnya. Ragam hias batik Jawa Timur bersifat naturalis dan dipengaruhi berbagai kebudayaan asing. Warna-warna yang dipakai batik Jawa Timur tampak lebih cerah. Batik Jawa Timur sebenarnya tersebar merata di seluruh wilayah Jatim. Hanya saja ada lima wilayah di mana perajin batik lebih banyak ditemukan, yakni di Madura, Tuban, Sidoarjo, Tulungagung, dan Banyuwangi.
Berikut ini adalah beberapa motif batik dari daerah Jawa Timur:
Batik Madura
Batik Pacitan
Batik tulis khas pacitan tergolong jenis klasik seperti Motif Sidomulyo, Sekar Jagat, Semen Romodan Kembang-Kembang.Batik Sidoarjo
Sidoarjo juga punya Kampoeng batik dengan nama Batik Jetis, Kampoeng ini memproduksi batik tulis dengan motif yang khas dari Sidoarjo. Motif kain batik asal Jetis didominasi flora dan fauna khas Sidoarjo yang memiliki warna-warna cerah, merah, hijau, kuning, dan hitam. Motifnya juga motif kuno, tidak banyak perubahan dari motif yang dulu dipakai oleh para pendahulu. Ada abangan dan ijo-ijoan (gaya Madura), motif beras kutah, motif krubutan (campur-campur) lalu ada motif burung merak, dan motif-motif lainnya.Batik Tuban
BATIK Tuban merupakan batik yang paling khas di Jawa Timur, Kenapa? karena proses pembatikannya dimulai dari bahan kain yang digunakan untuk membatik dipintal langsung dari kapas. Jadi gulungan kapas dipintal menjadi benang, lalu ditenun, dan setelah jadi selembar kain lalu dibatik. Batik ini kemudian disebut Batik Gedog.Dalam buku Batik Fabled Cloth of Java karangan Inger McCabe Elliot tertulis, sebenarnya batik Tuban mirip dengan batik Cirebon pada pertengahan abad ke-19. Kemiripan ini terjadi pada penggunaan benang pintal dan penggunaan warna merah dan biru pada proses pencelupan. Namun, ketika Kota Cirebon mengalami perubahan dramatis dan diikuti dengan perubahan pada batiknya, batik Tuban tetap seperti semula.
Batik Banyuwangi
Tak banyak orang yang tahu, bahwa sejatinya Banyuwangi merupakan salah satu daerah asal batik di Nusantara. Banyak motif asli batik khas Bumi Blambangan. Namun hingga sekarang, baru 21 jenis motif batik asli Banyuwangi yang diakui secara nasional. Jenis-jenis batik Banyuwangi itu salah satunya antara lain: Gajah Oling; Kangkung Setingkes; Alas Kobong; Paras Gempal; Kopi Pecah, dan lain-lain.Semua nama motif dari batik asli Bumi blambangan ini ternyata banyak dipengaruhi oleh kondisi alam. Misalnya, Batik Gajah Oling yang cukup dikenal itu, motifnya berupa hewan seperti belut yang ukurannya cukup besar. Motif Sembruk Cacing juga motifnya seperti cacing dan motif Gedegan juga kayak gedeg (anyaman bambu). Motif-motif batik yang ada ini merupakan cerminan kekayaan alam yang ada di Banyuwangi. Motif batik seperti di Banyuwangi ini tidak akan ditemui di daerah lain dan merupakan khas Banyuwangi.
Batik Mojokerto
Batik Mojokerto merupakan sebuah budaya kerajinan batik yang sejarahnya berkembang dengan masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Keunikan batik Mojokerto adalah pada nama-nama coraknya yang sangat asing dan aneh di telinga sebagian orang. Misalnya gedeg rubuh, matahari, mrico bolong, pring sedapur, grinsing, atau surya majapait. Batik Mojokerto kini memiliki 6 motif yang telah dipatenkan, yakni pring sedapur, mrico bolong, sisik gringsing, koro renteng, rawan indek dan matahari.Desain batik itu Mojokerto mengambil corak alam sekitar kehidupan manusia. Misalnya motif pring sedapur merupakan gambar rumpun bambu dengan daun-daun menjuntai. Ada burung merak bertengger. Warna dasarnya putih dengan batang bambu warna biru. Sedangkan daunnya warna biru dan hitam. Demikian pula motif gedeg rubuh, coraknya mirip seperti anyaman bambu yang miring. Kalau mrico bolong, motifnya berupa bulatan merica berlubang.
Batik Ponorogo
Batik Ponorogo terkenal dengan motif meraknya yang diilhami dari kesenian reog yang menjadi ikon di daerah ini. Hingga kini paling tidak sudah 25 corak batik Ponorogo diciptakan. Motif batik lainnya antara lain merak tarung, merak romantis, sekar jagad, dan batik reog.Batik Tulungagung
Pesona batik Tulungagung terletak pada tingkat keberanian memadukan warna untuk menghasilkan batik dengan warna yang berbeda. Dari yang kebanyakan berwarna coklat maupun hitam, kini lebih berani dengan memainkan warna yang lebih cerah. Beberapa motif yang paling banyak dibuat di Tulungagung antara lain “buket ceprik gringsing”,”buket ceprik pacit ungker”, serta “lereng buket”. Ketiga motif tersebut merupakan satu di antara 86 motif yang dimiliki para perajin di Tulungagung.Batik Tulungagung, Jawa Timur yang juga dikenal dengan Barong Gung, kini mulai dilirik pengusaha timur tengah. Adalah pengusaha asal Arab Saudi Talal Omar Al Yafee yang berniat memasarkan Barong Gung ke tanah kelahirannya.
Batik Kalimantan
Selama ini yang terkenal hanyalah motif Batik dari pulau Jawa. padahal Kalimantan juga memiliki motif yang tak kalah menarik dan khas. Bila kain Batik Kalimatan Selatan terkenal dengan nama kain Sasirangan, kain batik Kalimantan Tengah terkenal dengan nama Batik Benang Bintik-nya. Motifnya pun variatif dengan warna-warna yang memanjakan selera. Motif yang umum adalah Batang Garing (simbol batang kehidupan bagi masyarakat Dayak), Mandau (senjata khas suku Dayak), Burung Enggang/Tingang (Elang Kalimantan), dan Balanga. Warnanya lebih berani seperti shocking pink, hijau stabilo, merah terang, oranye, dan masih banyak lagi.
Batik Benang Bintik (Sumber: Batik Bagoes)
Batik Sasirangan
Batik Sulawesi
Sulawesi juga memiliki motif batik yang beraneka ragama. Sebagai contoh, batik Sulawesi Selatan memiliki motif-motif seperti Toraja, Bugis dan Makassar. Batik Sulawesi Selatan umumnya menggunakan teknik pembuatan yang sama dengan batik Jawa, namun tetap memiliki kekhasan sendiri. Sedangkan di Sulawesi Tengah rata rata mendatangkan bahan baku tekstil batik dari Jawa, namun pembuatan motifnya dilakukan oleh masyarakat pengrajin batik di Sulawesi Tengah tepatnya di kota Palu dan motifnya sesuai dengan ciri khas motif lokal Palu. Motif yang digunakan batik-batik di Sulawesi Tengah kebanyakan menggambarkan motif burung maleo, motif bunga merayap, motif resplang, motif ventilasi dan motif ukiran rumah adat Kaili ataupun motif bunga dan buah cengkeh.
Beberapa motif batik Sulawesi Tengah
Batik Papua
Jangan salah, Papua juga memiliki batik dengan motif-motifnya yang khas dan banyak diminati lokal maupun mancanegara. Dibandingkan dengan corak batik dari daerah lainnya di Jawa, batik Papua memiliki perbedaan corak yang cukup mencolok. Batik dari daerah ini cenderung lebih gelap namun banyak memiliki motif yang terdiri dari gambaran patung.Batik di Papua selama ini yang paling terkenal adalah batik motif Asmat. Warnanya lebih cokelat dengan kolaborasi warna tanah dan terakota. Soal pemilihan motif batik Papua banyak menggunakan simbol-simbol keramat dan ukiran khas Papua. Cecak atau buaya adalah salah satunya,selain tentu lingkaran-lingkaran besar.Bahannya macam-macam disesuaikan dengan permintaan pasar.
Batik Bali dan Nusa Tenggara
Batik Bali
Batik Nusa Tenggara
Daerah Nusa Tenggara juga memiliki batik dengan motif khasnya sendiri. Contohnya adalah batik Sasambo (Sasak Samawa Mbojo) yang dijadikan sebagai pakaian batik resmi lokal NTB. Di NTT, juga terdapat batik. Bahkan setiap pulaunya bisa menghasilkan batik dengan keunikan masing-masing. Pulau Sumba misalnya batik tenunnya khas dengan motif hewan. Pulau Rote khas dengan motif daunnya.
Langganan:
Postingan (Atom)























